Hari kamis tanggal 29 October 2009 iseng2 aku mengirim sms ke sisil. Isinya sih cuman menanyakan kabar dan info soal reuni akbar tgl 27 Des 2009, berharap dia ikut berpartisipasi. Namun jawaban sms yang kudapat sungguh mengejutkan. Dia memberitahu bahwa keadaannya sedang tidak baik karena terkena leukimia dan minta doa supaya lekas sembuh. Shock aku membacanya. Tak terbayang seseorang seperti Sisil dapat terkena leukimia.
Untuk mengetahui fakta lebih lanjut kucoba untuk menelpon Sisil. Diangkatlah telpon dariku dan menjawabku dengan suara terkantuk-kantuk. Berikut adalah ringkasan inti percakapan:
G_black; Sil..Py? Kok iso sampe keno?
Sisil; Ojo saiki lah…sesuk2 wae ceritane…..
Tak mendapat jawaban apapun segera saja kutelpon Moniq untuk memberi kabar sekaligus berdiskusi soal leukimia. Moniq kaget dan tanpa tedeng aling2 menanyakan leukimia apa dan stadium apa. Jelas aku hanya bisa bengong ngk bisa ngasih jawaban apa2, lha wong Sisil belum mau cerita. Hahahaha. Kebetulan hari Minggu, 1 November 2009 malam aku balik ke jakarta dan Moniq ada kesempatan libur, segera saja muncul ide untuk menjenguk Sisil di rumahnya di Brebes.
Untuk membuat suasana lebih rame segera saja aku menghubungi teman2 yang lain. Ada Bened dan Celenk alias Ciptadi yang ada waktu untuk menyempatkan diri menengok juga. Wawan juga sudah standby di Tegal untuk menemani juga. Tak lupa juga aku mengkonfirmasi ke Sisil bahwa kita ada rencana untuk menjenguknya. Jawabannya sungguh diluar dugaan. Dia bilang; “Nek arep dolan yo monggo, nek arep tilik wong lara berarti ojo nang omahku, soale aku merasa apik2 wae ki.”
Hari Minggu telah tiba. Kita pun terpecah menjadi dua rombongan. Dari Semarang Bened dan Ciptadi menggunakan motor sampe ke Tegal. Disana mereka akan menjemput Wawan dulu setelah itu baru ke Brebes. Sementara diriku dan Moniq akan menggunakan sarana transportasi umum. Start perjalananku dimulai dari Purwodadi ke Semarang naik Bis. Dilanjut naik kereta Kaligung jurusan Semarang-Tegal dari Semarang Poncol berangkat pukul 08.30 pagi. Aku tiba di Pekalongan sekitar pukul 10an dan bergegas ke tempatnya Moniq. Di sana untuk perjalanan dekat dan agak jauh biasanya orang2 menggunakan becak. Harap diingat ya, ongkos becaknya ngk lebih dari 5 ribu lho.
Segera setelah Moniq siap kita pun menuju terminal Pekalongan. Rencana awal adalah naik Bis Nusantara jurusan Pekalongan-Brebes pukul 11.15. Namun sang nasib berbicara lain, tiket bisnya ludes terjual. Hanya ada tiket untuk bis Pekalongan-Tegal untuk jam 12.00. Demi menyingkat waktu segera kita keluar dari terminal untuk mencegat bis ke arah Cirebon. Alhasil kita pun mendapat bis Ekonomi namun malah bikin emosi. Jalannya sungguh pelan sekali, nunggu sampai penumpang penuh dulu.
Sekitar pukul 13.30an akhirnya kita sampai di Brebes. Bermodalkan petunjuk dari Sisil, kita pun turun di depan DPRD. Dengan meminta bantuan tukang becak kita pun diantarkan ke rumah Bpk PVM Sunaryo, Jln Tentara Pelajar No.9 Gang Kotabaru 4 RT02 RW20 Kelurahan Brebes Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes Jawa Tengah.
Dengan pede-nya Moniq pun meminta pak tukang becak untuk menurunkan kita didepan gang. Kita berpikir bahwa rumahnya ngk bakalan jauh jadi perjalanan cukup dilanjutkan dengan jalan kaki. Kira2 setelah melewati beberapa rumah ditemukanlah rumah nomer 8. Kutelpon Sisil untuk mengabarkan bahwa kita sudah sampai di depan rumahnya. Nggak disangka, tebakan kita ternyata salah, rumahnya Sisil yang nomer 9 ternyata di ujung Gang satunya. Hahahahaha.
Tiba di rumah Sisil kita sudah disambut dengan beraneka ragam makanan. Ada nasi, krupuk, sayur bayam, sayur daging sapi, telor ceplok, mangga dll. Segera saja perutku berteriak minta diisi. Tanpa babibu lagi aku dan Moniq pun menyantap makanan yang tersedia. Harap maklum, kita belum makan siang je. Hehehehehe( Ki jan2 tilik opo golek mangan yo?)
Tak lama berselang Bened, Ciptadi dan Wawan pun muncul. Sembari makan tak lupa kita menginterogasi Sisil tentang penyakit yang dideritanya. Awalnya ada keraguan dari teman2 untuk bertanya. Harap maklum penyakit Leukimia adalah penyakit yang tergolong seram. Jadi kita punya pemikiran bahwa Sisil mungkin masih sulit menerima kenyataan. Namun ternyata Sisil orang yang sangat tegar. Meski dia terkena penyakit namun dia masih merasa baik2 saja.
Mengetahui fakta tersebut suasana makanpun lebih meriah. Pengunjungpun jadi bersikap ngelunjak. Ciptadi dengan gaya khasnya minta kepada Sisil, “Sil, koyone ono sing kurang iki..sajake butuh ono wedhang sing panas2…sing warnane ireng”. Tak mau kalah dengan ciptadi, aku pun iseng2 request wedhang jahe. Nggak disangka ngk dinyana permintaan kita pun terkabulkan. Dengan pedenya Sisil pun memberitahu teman2, “Ki lagi pisan iki aku gae kopi dadi sory yo nk rasane kurang pas” Hahahahahaha. Sebagai penutup makan, Sisil pun menyediakan Ice Cream buat kita. Nyum nyummy. Hihihihihihihi.
Dari kronologis yang diceritakan oleh Sisil. Awalnya sakitnya didiagnosa sebagai sakit perut atau diare. Namun karena terlalu sering sakit akhirnya dianjurkan periksa di ahli penyakit dalam. Dari tes yang didapat ditemukan bahwa Limpanya menjadi sangat keras. Alhasil Sisil pun divonis menderita leukimia LGK alias Leukimia Granulositik Kronik. Dikarenakan sudah capek bekerja sebagai tukang icip2 dan diperparah dengan mendapat leukimia, Sisil pun memutuskan resign dari PT Garuda Food. Kini Sisil tiap 2 minggu sekali bolak balik Brebes-Jakarta untuk check up di RSCM.
Menjelang magrib kita pun berpamitan untuk pulang. Sisil pun bersikeras memberi kita buah tangan. Alhasil masing2 orang kecuali si Wawan membawa satu pack telur asin Brebes. Ditambah lagi dengan mangga yang dipetik oleh Sisil dari kebun sendiri. Dasar Sisil, dah sakit tapi bisa2nya manen mangga sendiri.
Buat Sisil, salut dach. Satu acungan jempol nggak bakalan cukup buatmu. Semoga Sisil cepet sembuh dan maafkan kami teman2mu yang hanya bisa setor muka sembari merampok makananmu.
Best regards
Nicolaus\G_be\G_blackberry
Filed under: News





Pancen kowe berbakat jadi penulis bleki.! Lanjutkan.!
Semoga Sesil lekas sembuh..!
cocoke dadi wartawin kowe blek eh salah wartawan
Mantab ceritane, detail banget, terus2 bagi cerita
for: Sisil
TETEP SEMANGAAATTT yaaaahhh Sil
for: Geblek
big thx buat info dan tulisannya
@Sisil, cepet sembuh..
@Wawan, piye kabare??
@Geblek, Berpotensi dadi penulis Blek..
@ sisil : Cepet sembuh ya sil….,segala yang Tuhan berikan kepada kita …itu anugerah atau cobaan …Selalu bersyukurlah…..Bersyukur karena kita masih diberikan hidup bisa bernapas pada hari ini…. Kita adalah makluk yang kecil di hadapan Tuhan….Mungkin cobaan yang skr di dapat sisil sangat berat tapi yakinlah Tuhan akan memberikan jalan. Ada 2 hal yang skr harus kamu lakukan sil ..Tetaplah tersenyum dan bersyukur… Gw pernah merasakan mukjizat itu saat SMU kelas 2 saat di leherku ada sejenis tumor yang makin hari makin besar yang mungkin jinak mungkin jg tidak kata dokter harus diangkat..untuk mengetahuinya…Aku bahkan sudah sampai di RS Panti Rapih di antar Oya…Yang kulakukan saat itu hanya berdoa dan bersyukur….Ada jalan dari Tuhan melalui pastor yang mempunyai kelebihan dalam mengobati..Akhirnya sakit itu bisa hilang dan sekarang aku bisa menceritakannya kepadamu..Semoga Kasih Tuhan besertamu kawan.